Site icon INDONESIA GLODIA

Aktivis Muda Pamijahan, Sosialisasi Drilling Star Energy Terkesan Eksklusif

Sosialisasi

Aktivis Muda Pamijahan, Sosialisasi Drilling Star Energy Terkesan Eksklusif.foto.doc.

Indonesiaglodia.com – Bogor – Star Energy Geothermal Salak melaksanakan sosialisasi terkait pengeboran sumur panas bumi yang rencananya akan ditambah hingga 9 Sumur Panas Bumi Baru.

Sosialisasi Star Energy dilaksanakan di Aula Kantor Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, pada Jumat 10/1/2025 pagi.

 

Sosialisasi tersebut digelar terbatas maksimal 50 orang dan Target audiens di dominasi masyarakat Desa Purwabakti saja.

Aktivis Muda Pamijahan, Sosialisasi Drilling Star Energy Terkesan Eksklusif.foto.doc.

 

Aktivis Muda Pamijahan memprotes sosialisasi pengeboran sumur panas bumi tersebut karena dinilai terkesan sembrono dan sembunyi-sembunyi.

 

Karena hanya mengundang beberapa pihak dan tidak melibatkan Tokoh masyarakat Kecamatan Pamijahan secara utuh.

Serta pemilihan lokasi yang dinilai kurang representatif dan sangat Selektif dalam menghadirkan audiens.

“Saya merasa sosialisasi pengeboran ini terkesan Sembrono dan sembunyi-sembunyi, saya sebut sembrono karena berdasarkan surat undangan yang dikirim oleh Star Energy dengan nomor: SEGS/269-PGPA/XII/2024, Tanggal pelaksanaan masih tercantum 10 Januari 2024 padahal kita tau sekarang sudah 2025.

Aktivis Muda Pamijahan, Sosialisasi Drilling Star Energy Terkesan Eksklusif.foto.doc.

 

Parahnya lagi tidak di revisi, apa mungkin mereka tidak sadar? atau sudah sadar tapi dibiarkan saja?.” ujar Imam Muhammad Ibrahim, Aktivis Muda Pamijahan yang Menjabat juga sebagai Koordinator AMUK Pamijahan.

Lalu Imam M Ibrahim atau yang akrab disapa Demong ini menambahkan bahwa pihak Star Energy meminta Kades Purwabakti untuk turut mengundang Ketua APDESI Kecamatan Pamijahan.

Dan ditembuskan kepada Camat Pamijahan, Kapolsek Pamijahan/Cibungbulang, Danramil Pamijahan/Cibungbulang.

 

“Dari tanggal 10 Januari 2025 Hingga sampai hari ini belum ada informasi resmi dari pihak Star Energy akan melaksanakan Sosialisasi di tingkatan Kecamatan.

Ini menjadi pertanyaan semua pihak apakah Star Energy sembunyi-sembunyi karena hanya berani sosialisasi di 1 Desa Saja?

,” Saya pikir jika memang merasa Drilling ini membawa manfaat bagi warga janganlah bersikap demikian, transparan saja” tambah Demong.

 

Sementara itu, Imam M Ibrahim selaku Koordinator AMUK Pamijahan mengaku tidak hanya akan memprotes sosialisasi drilling ini, namun juga akan menolak keras kegiatan drilling secara utuh.

Ia menduga, kegiatan pengeboran akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

“Masyarakat Pamijahan perlu tahu plus minus efek dari Drilling Penambahan 9 Sumur Panas bumi di Kecamatan Pamijahan.

Yang namanya eksploitasi alam suatu saat pasti akan ada dampaknya terhadap alam.

 

Ada hukum sebab akibat, jangan bilang bahwa alam akan baik-baik saja. Sampaikan secara transparan Kajian Analisis Dampaknya kepada masyarakat.

Potensi kerusakan yang akan timbul, musyawarahkan dengan masyarakat secara terbuka, paparkan semuanya.

Jangan malah serba disembunyikan. Kalau ada apa-apa yang terjadi dengan bumi Pamijahan yang kena dampaknya ya pribumi.” paparnya.

Imam M Ibrahim juga menyikapi adanya aduan dari masyarakat RW 009 tepatnya di Kampung Cibereum Desa Ciasmara Kecamatan Pamijahan.

 

Bahwa hampir di setiap malam terdengar suara bergemuruh seperti mirip longsor disertai dengan getaran.

Dampak dari suara tersebut menimbulkan rasa kekhawatiran masyarakat Kampung Cibereum khususnya wilayah Ring 1 Perusahaan.

Semenjak terdengarnya suara gemuruh tersebut masyarakat dihantui rasa kekhawatiran sehingga istirahat mereka tidak tenang.

“Fenomena tersebut Secara kebetulan dan Pas-Pasan terjadi seraya dengan munculnya rencana Drilling Star Energy tahun ini.

 

Kami meminta pemaparan secara holistik dari pihak Star Energy untuk bantu menjelaskan fenomena gemuruh dan getaran yang terjadi di wilayah permukiman dekat perusahaan.

Apakah betul, bahwa memang hal tersebut terindikasi akibat aktifitas drilling ?

Atau karena fenomena alam yang natural diluar kegiatan perusahaan ? Dengan segala SDM yang Star Energy miliki.

Kami minta bantu jelaskan kepada masyarakat supaya mereka tidak cemas lagi.” tutup Imam.

 

Red ***

Exit mobile version