Bogor – Sangat aneh bukan sulap,bukan sihir,.. !. sepenggal kalimat tukang obat dalam mengundang calon peminat datang. nah pada kasus adanya bangunan-bangunan yang diduga diklaim milik Yayasan Magfiroh Bina umat ,( YMBU), 11/10/2022.
Sangat aneh kelengkapan berupa sekolah madrasah hingga STIPI (Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam) juga bangunan lainnya yang berfungsi sebagai asrama,kantin ,dan pula sarana olahraga amat mencolok karena berada diatas hamparan lahan milik eks PTPN XI.”
Kami selaku pengurus dan anggota Katar ( Karang Taruna) tidak tinggal diam atas ada dan berdirinya bangunan dan fasilitas yang dibangun oleh Yayasan Magfiroh.
Bahwa tim investigasi kami bentuk kerjasama dengan pihak Media juga LSM bahwa memang kepala UPT Tata Bangunan wilayah 2, Ciawi,
Agung Tarmedi pernah mendatangai pihak pemilik Maghfiroh dan saat ini memang belum ada IMB atas bangunan disana.
Jadi kami ingatkan dan minta Pihak yayasan, taat akan aturan daerah yakni mengurus ijin dari warga dan lingkungan “desa Tangkil” beserta tokoh masyarakat dan agama lebih dahulu apakah didukung atau tidak adanya yayasan tersebut tersebut.
Jangan hal ini dianggap kecil dan sepele karena, dianggap orang desa atau kampung. Jika ada ijin warga pastinya akan pula ditanyakan status lahan Maghfiroh apa status milik pribadi (SHM), atau status lahan tetap garapan.
Jika garapan tanah dan lahannya bagaimana tertib IMB dan Ijin operasional Milbros dan STIPI ini aneh dan janggal” kata Kamaludin atau kunut,pengurus karang taruna,Senin (10)/10).
Sementara itu dari infomasi dari website Kemenag pusat diketahui ijin madrasah dan STIPI telah diberikan pihak kementrian agama.
Bahkan diresmikan menteri pada 30 Nopember 2020 lalu.
Menteri Agama Fachrul Razi berharap lembaga pendidikan dapat mengajarkan Islam yang toleran kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Menag saat meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam (STIPI) Al-Maghfirah dan menyerahkan SK pendirian Madrasah Aliyah MilBos, di Caringin, Kabupaten Bogor.
“Dekati masyarakat dan ajarkan islam dengan baik,” pesan Menag.
“Mengutip nama lembaga ini, yaitu Al-Maghfirah, maka ajarkan lah masyarakat sebagai umat yang saling maaf memaafkan, yang tidak saling mendendam. Ajarkan indahnya Islam. Karena Islam adalah agama yang luar biasa dan menjalankan toleransi,” imbuhnya.
Dalam peresmian yang juga dihadiri Staf Khusus Menag Kevin Haikal, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Adib, dan Sesmen Thobib Al-Asyar.( GS)

