Indonesiaglodia.com – Surabaya, Anggota jajaran Polrestabes Surabaya bertindak cepat dan tegas dalam langkah penyelidikan kasus yang melibatkan kekerasan antar siswa, Rabu 13/11/2024 pukul 11.00.
Polrestabes Surabaya dengan cepat merespon kejadian yang terjadi di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya yang sempat viral di media massa.
Video yang melibatkan kekerasan antar siswa yang sempat viral pada 21 Oktober 2023 pukul 15.30 WIB langsung ditindak tegas dan diusut jajaran kepolisian menuju lokasi sekolah untuk penyelidikan awal.
Polrestabes Surabaya Tindak Cepat dan Tegas Kasus Kekerasan Antar Siswa.foto.doc.
Upaya awal pihak polisi setelah gagal menemui pihak sekolah dikarenakan sekolah sudah tutup karena sudah Kesorean.
jadi anggota jajaran berinisiatif untuk menanyakan langsung kepada pihak yang berada di dekat lokasi kejadian.
Termasuk keamanan sekolah (security) agar kasus yang melibatkan kekerasan antar siswa yang berinisial (I) segera selesai dengan jelas.
Pada 22 Oktober 2024 penyelidikan kembali dilanjutkan dimana penyidik kembali memeriksa pihak terkait termasuk kedua orang tua siswa dan guru yang mengajar diarea sekolah SMA Kristen Gloria 2 Surabaya.
Upaya perdamaian tetap diupayakan dan berhasil sepakat memaafkan satu sama lain baik orang tua kedua siswa dan siswa yang berkaitan langsung.
Upaya perdamaian juga ditayangkan dibeberapa akun sosial media seperti (Tok Tok, Facebook, dan Akun Resmi Sekolah).
Meskipun perdamaian telah tercapai, pihak sekolah masih menuntut penegakan hukum agar diusut secara tuntas.
Mengingat pentingnya menjaga moral dan mental masa depan anak-anak yang terlibat kekerasan tersebut.
Polrestabes Surabaya akan tetap mengusut langkah hukum sebagai jalan terakhir dengan tujuan untuk memastikan keadilan tanpa merusak perkembangan psikologis anak anak tersebut.
Jajaran kepolisian akan terus berkomitmen agar terus menyelidiki kasus ini dengan melibatkan beberapa pihak termasuk saksi ahli dan membawa bukti bukti yang ada termasuk rekaman video yang diperoleh dari perangkat penyimpanan digital.
Peristiwa ini menjadi pengingat dan teguran bagi masyarakat dan komunitas pendidikan baik SD, SMP, dan SMA bahwa sedikit pun tindak kekerasan yang terjadi dirana pendidikan.
khususnya siswa siswa yang melakukan tindak pidana kejahatan harus ditangani langsung dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi dan bimbingan agar tidak merusak moral dan mendidik agar lebih baik.
Semua pihak termasuk netizen dihimbau untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi guna menghindari konflik yang mengakibatkan kericuhan yang berlebihan agar tidak merugikan lingkungan sekitar yang terlibat kasus tindak kejahatan apapun.
Tidak cuman itu saja, tetapi kesepakatan antar pihak polisi dan pihak sekolah untuk melakukan edukasi publik terkait penggunaan media digital yang positif juga ditekan sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Masyarakat diminta untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan akhir dari pemeriksaan yang masih berlangsung agar keputusan yang diambil bisa memberikan keadilan tanpa mengesampingkan masa depan anak anak bangsa yang menjadi bagian dari kasus ini.
IG (RJ)

