Indonesiaglodia.com – Tasyakuran Grub Jurnalis Banyumas dalam rangka HUT Hari Pers Nasional (HPN) yang ke 79 dihadiri para wartawan Banyumas Raya, 9/2/2025.
Selain dari Grub Jurnalis Banyumas, Tasyakuran ini juga dihadiri grup IPWP (Ikatan Pasduluran Wartawan Panginyongan).
Acara Tasyakuran Grub Jurnalis Banyumas berlangsung di rumah Ibu Rahayu Berkoh Purwokerto, penuh haru dan canda.
Tasyakuran Grup Jurnalis Banyumas Raya Peringati Hari Pers Nasional ke 79.foto.doc.
Gayeng sekali wartawan bertemu. Mereka ngobrol berbagai isu-isu sexy yang tengah menjadi perbincangan yakni, menghilangnya gas melon tiga kilogram.
Pelantikan Gubernur, Bupati beserta wakilnya, juga pelantikan walikota yang mundur dari jadwal 10 Februari ke 20 Februari 2925 di Istana Negara.
Tak lupa para kuli tinta ini menceritakan suka duka selama menjadi insan pers.
Reporter Indonesia Glodia Rahayu AMd mengisahkan, kalau dia sudah berkecimpung di dunia media sekitar 30 tahun.
Waktu yang cukup lama tentunya. “Mengapa saya masih berkecimpung di pekerjaan yang tidak menjanjikan kekayaan materi ini?
,” Karena saya hobi dan passion saya disini”,tuturnya. Untuk menambah income, lanjut Yayu panggilan akrabnya, dia ikut berkecimpung di bisnis yang didirikan keluarganya.
Yayu malang melintang bekerja di berbagai perusahaan media. Pertama kali bekerja di koran Kedaulatan Rakyat Jogjakarta, kemudian pindah ke Mitra Pos, Canggih, Farget News, Suara Gerilya, Banyumas Pos dan kini Reporter Indonesiaglodia.com.
Widoyo Satmoko wartawan Sinar Pagi Jakarta juga mengelola kost mahasiswa di Grendeng Purwokerto untuk mendapat penghasilan tambahan diluar pekerjaan jurnalis.
Wartawan senior ini sudah berkecimpung sebagai kuli tinta cukup lama sekitar 30 tahun.
Berbagai media pernah menjadi pijakan kerja Widoyo Satmoko mulai Swadesi, canggih, Progresif Jata, Banyumas Pos dan sekarang Sinar Pagi Jakarta
Senada dengan Saelan wartawan Fakta Jurnal, Gito Wartawan Portal Indonesia, Arif Gomad Wartawan Police News dan Fadholi Pimred Banyumas Pos Online juga bercerita.
Awal mula memasuki dunia jurnalistik dan suka dukanya menjalani profesi yang didapuk sebagai pilar keempat demokrasi.
Mengumpulkan wartawan untuk gendu- gendu rasa itu sulitnya bukan main, karena masing-masing sibuk dengan pekerjaan dan problematika kehidupan.
Hanya semangat memperingati Hari Pers Nasional yang membuat insan Pers bisa meluangkan waktu untuk berkumpul bersilaturahmi, bercerita pengalaman masing-masing dalam bekerja sebagai wartawan
Grup wartawan ini juga iuran untuk menyelenggarakan tasyakuran jadi enggak minta dana pada donatur.
“Kita harus mandiri jangan apa-apa merengek bantuan orang luar, cetus Edy Maryono SPd MM tamu undangan yang berlatar belakang Guru dan Seniman.
(IG Yayu).

