Indonesiaglodia.com- Sebanyak sembilan anak yatim dan piatu di RW 6 Sokawera Berkoh Purwokerto Selatan mendapat bantuan pendidikan dari warga setempat.
Selain itu mendapat alat-alat tulis dan sembako. Anak Yatim dan Piatu Purwokerto, bantuan sosial diberikan dalam rangka memperingati Tahun Baru 1446 Hijriah/ 2024 Masehi.
Ketua Panitia Peringatan Narinto mengatakan, masing-masing anak mendapat santunan Rp 2.514.500,00.
Warga yang hadir menyalami anak-anak yatim dan piatu.
Selain jumlah sebesar itu warga yang menghadiri acara santunan juga memberi sumbangan yang diletakan di dalam baskom yang diletakkan di atas kursi anak yatim piatu.
Santunan yang diterima meningkat bila dibanding tahun lalu dimana setiap anak mendapat bantuan pendidikan Rp 1.500.000.
“Terima kasih kepada warga dan para donatur. Kalian sungguh istimewa karena peduli pada anak yatim dan piatu tandas Narinto.
Secara keseluruhan dana yang diperoleh sebesar Rp 36.100.000 rupiah berasal dari Kas Masjid Rp 2.000.000, sumbangan warga setempat Rp 13.600.000 dan donatur diluar warga RW 6 sebesar Rp 20.499.000.
Warga memadati Masjid Fathul Huda Sokawera Berkoh Purwokerto Selatan. (IG Yayu).
Selain menyantuni anak yatim piatu, panitia juga mengadakan pawai ta’aruf dan festival musik Islami.
Sementara penuturan Ketua RW ,6 Sokawera Berkoh Purwokerto Selatan santunan kali ini memasuki tahun ke 18 karena kegiatan ini dimulai tahun 2005.
Pada awal kegiatan sekitar 40 anak yang memperoleh bantuan pendidikan jadi kalau ditotal sudah ratusan anak yatim dan piatu yang disantuni.
Tahun 2023 ada 13 anak yang disantuni dan tahun 2024 sebanyak sembilan anak.
Takmir masjid Fathul Huda Sokawera Berkoh sekaligus Ustad Kyai Abdul Hakim Muksin benar-benar kagum dan bangga dengan kepedulian warga Sokawera Berkoh terhadap para anak yatim piatu.
Warga Sokawera Berkoh Purwokerto Selatan Peduli Yatim dan Piatu.foto.doc.
Serta syiar Islam di wilayah ini. Warganya terlihat biasa saja tapi iman Islamnya sungguh luar biasa. Bisa mengumpulkan dana Rp 36 juta sungguh Alhamdulillah papar Abdul Hakim Muksin.
Di tempat saya Banjarsari hanya bisa mengumpulkan Rp 9 juta padahal dua RW, kata Hakim. Menyantuni yatim piatu bukan perbuatan pamer, jelas Hakim.
Kyai ini menerangkan tentang Nabi Muhammad yang menyayangi anak yatim piatu. Nabi Muhammad juga makan di teras biar dilihat orang tapi bukan pamer atau riya’ tapi memberi contoh.
Menyantuni anak yatim piatu itu ibarat kita duduk dekat Kanjeng Nabi Muhammad SAW dengan begitu dekat seperti mengacungkan dua jari tapi sangat dekat.
Siapa si yang tidak ingin berada di surga kelak bersama Kanjeng Nabi tanya Hakim. Tentunya semua ingin kan? Kata Kyai Hakim.
Berbahagialah sebuah kampung atau sebuah rumah yang ada anak yatim piatu tapi dirawat.
Karena merawat anak yatim piatu yang masih dibawah umur itu Insya Alloh mendapat barokah dari Alloh SWT papar Ustad Abdul Hakim Muksin.
(IG Yayu).

