x

Pemerintah Kabupaten Banyumas Luncurkan Program Inovatif KIRANA

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Okt 2025 20:07 71 Redaksi Glodia

Indonesiaglodia.com – Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program inovatif bertajuk KIRANA (Kolaborasi Integrasi Kesehatan Reproduksi Lintas Sektor.

Program pemerintah kabupaten Banyumas KIRANA ini untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu/AKI), sebagai langkah konkret dalam menekan angka kematian ibu di Kabupaten Banyumas.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Banyumas 2025-2030

 

Program ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, pada Jumat (3/10/2025) di Pendopo Si Panji.

Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Banyumas Luncurkan Program Inovatif KIRANA.foto.doc.

KIRANA merupakan inisiatif dari Direktur RSUD Banyumas yang saat itu tengah menjabat Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr. Widyana Grehastuti sebagai bentuk respon atas tingginya kasus kematian ibu di tahun 2024 yang mencapai 18 kasus.

Baca Juga :  Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono Dukung Percepatan Swasembada Pangan

 

Sebanyak 73% di antaranya disebabkan oleh penyakit kronis seperti jantung, kanker, gagal ginjal, dan tuberkulosis.

“Dari audit maternal perinatal yang kami lakukan, 78% dari kasus kematian ibu sebenarnya bisa dicegah jika dilakukan deteksi dini dan edukasi kesehatan reproduksi yang tepat,” ungkapnya.

Program KIRANA dirancang sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor yang berfokus pada kesehatan reproduksi perempuan dengan visi besar, pelayanan reproduksi sehat, ibu selamat, generasi kuat.

Baca Juga :  Sebanyak 72 Peserta Pelatihan Dasar CPNS Banyumas Resmi Lulus

 

Terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi program ini:
1. Forum KIRANA – Wadah koordinasi lintas sektor.
2. Penguatan Kapasitas Tim KIRANA – Pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

3. Pos KIRANA – Pos layanan terpadu di kecamatan prioritas.
4. Edukasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat – Sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat dari remaja hingga orang tua.

Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat membangun sistem kesehatan ibu dan reproduksi yang inklusif, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Hikmah Oleh Bupati Banyumas

 

“Program ini mendorong identifikasi dini ibu hamil berisiko tinggi, pendampingan berkelanjutan, serta digitalisasi pemantauan kesehatan reproduksi agar pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat,” lanjut dr.Widyana.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan apresiasinya atas inisiasi program KIRANA yang dinilainya sangat strategis dan inovatif.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Banyumas Gelar Lomba Gambar Tema Anti Korupsi

 

“Kesehatan reproduksi bukan hanya urusan ibu hamil saat ini, tapi juga tanggung jawab kolektif lintas generasi, dari remaja putri, calon ibu, keluarga pendamping, hingga masyarakat luas yang harus menciptakan lingkungan sehat dan ramah perempuan,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan KIRANA tidak bisa hanya bertumpu pada tenaga kesehatan saja, tetapi memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

“KIRANA adalah pondasi penting bagi lahirnya generasi Banyumas yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Inilah bentuk investasi masa depan kita bersama,” pungkasnya.

Baca Juga :  SD Negeri Ledug Gelar Seminar Parenting Bagi Orang Tua Murid

 

IG Yayu

Ni Pembayun

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x