x

Legenda Ratu Kawungaten Gunung Pabeasan

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Jun 2022 07:06 1305 Redaksi Glodia

Sosok Ratu Kawungaten, atau di sebut Nyimas Ratu Siti Badariah, adalah sosok, Isteri dari Syarif Hidayatullah (23/6/2022).

Mari kita kupas sejarah tentang, sosok Nyimas Ratu Kawungaten merupakan legenda dari sejarah Banten, yang berhubungan sangat sakral di wilayah ini.

Ketika awak media menjumpai salah satu, tokoh pertama penduduk Gunung Pabeasan Anyer, Abah Samiran (101 Tahun) pada tanggal 20 Desember 2015. Abah Samiran Bin Kirimiman, mengulas sejarah panjang lebar, kepada kami.

Sejarah Ratu Kawungaten.doc.ig.org.

Dahulu kala ada seorang Raja Banten yang bernama Prabu Umun, beliau adalah satria yang berilmu tinggi. Prabu Umun memiliki ilmu yang memiliki ilmu Lurus bumi yang sangat sempurna, juga pukulan braja musti yang bisa menghancurkan gunung bahkan menggetarkan bumi.

Prabu Umun merupakan Raja yang menganut agama Sunda Wiwitan.
Pada kala itu, ada seorang pemuda, datang dari timur tengah ke Banten.

Pemuda ini, yang bernama Syarif Hidayatullah, dan Ia merupakan Putera dari Rara Santang Syarif Husen dan cucunya dari Prabu Siliwangi. Syarif Hidayatullah hijrah ke Banten dan pulau jawa, dengan tujuan menyebar siar agama Islam di tanah jawa. Ternasuk Banten.

Legenda Ratu Kawungaten.doc.ig.org.

Kehadiran Syarif Hidayatullah, tidak diterima oleh Prabu Umun, yang seorang Raja Banten. Sang Prabu Umun mengatakan,, hai cucu Prabu Siliwangi..berani-beraninya engkau datang dan menyebar agamamu disini..hardik sang Raja kepada Syarif Hidayatullah, yang merupakan seorang cucu dari Pabu Siliwangi.

Baca Juga :  Dahlan Iskan: Urai Tentang Sejarah Gunung Kawi

Dengan tenangnya Syarif Hidayatullah mengatakan.. kepada Prabu Umun..Kehadiranku disini, merupakan amanat dari Allah Swt, untuk menyiarkan agama islam, agar masyarakat berada disini, mengenal Allah Swt, bahwa tiada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah Swt. Jawab Syarif Hidayatullah dengan tersenyum.

Tak terima di nasehati oleh Syarif Hidayatullah, sang Prabu Umun, murka kepada Syarif Hidayatullah.. Seraya berkata,.. Bocah ingusan cucunya Prabu Siliwangi sudah berani, mengguruiku dan mengajariku…
Aku adalah sang.. Raja.. ucap lantang Prabu Umun.

Syarif Hidayatullah, menjawab dengan tersenyum…. Wahai Kanjeng Prabu,.. Aku bukan bermaksud..mengajarimu,..atau apapun itu…melainkan berjalan kejalan Allah, dialah sang pencipta,..dan dialah wajib disembah…tiada tuhan selain Allah . Jawab Syarif Hidayatullah..

Baca Juga :  Adat Kasepuhan Ciptagelar: Gelar Hiburan

Prabu Umun akhirnya tidak sabar dan ia mengajak tarung..kepada Syarif Hidayatullah… Terjadilah pertarungan sengit, antara Prabu Umun dan Syarif Hidayatullah.

Bahkan Prabu Umun mengeluarkan ilmu Tapak/Lurus Bumi,..untuk memukul dan menghancurkan Syarif Hidayatullah. Tetapi Allah berkehendak lain, dengan tenangnya,..Syarif Hidayatullah dapat menangkis serangan,..dari Syarif Hidayatullah.. Dan akhirnya..

Pertarungan usai,..Prabu Umun lari kesakitan, akibat pukulan Ilmu Tapak Bumi, berbalik kepadaNya.

Prabu Umun dikejar oleh dua saudara sepupunya sendiri, Pangeran Asuepan dan Pangeran Pulosari dan dibantu pasukan Prabu Siliwangi di jebloskan dibawah tanah ke Kawah Gunung Krakatau..

Prabu Umun memiliki Puteri cantik, yang bernama Ratu Kawungaten yang menganut agama Sunda Wiwitan atau disebut juga Rawayan atau juga Kepercayaan.

Baca Juga :  Semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke- 81 Tahun Kecamatan Leuwiliang

Ratu Kawungaten, memiliki ilmu sangat tinggi, bahkan memiliki 100) jin yang patuh kepadanya. Ratu Sawungaten bertemu dengan Syarif Hidayatullah. Hingga akhirnya mereka bertemu telah menikah.

Syatif Hidayatullah sang suami telah mengganti nama isterinya, Ratu Kawungaten, menjadi Siti Badariah dan telah menganut agama islam. Ketaatan Siti Badariah terhadap sang suami telah terbuktikan olehnya.

Dikala itu Siti Badariah telah hamil, sungguh bahagianya hati sang suami. Siti Badariah berpesan kepada suaminya, seraya berkata… Gusti Kanjeng aku ngidam Gusti..

Yaaa,..Rayi…kamu ngidam apa Rayi..
Rayi ingin disajikan Daging Manusia Kanjeng Gusti… Sontak kaget Syarif Hidayatullah….mendengar isterinya berkata seperti itu…. Tidak itu telah melanggar dan dilaknat oleh Allah, dan sangat berdosa Rayi… Jawab Kanjeng Gusti.
Rayi ingin itu disiapkan Kanjeng Gusti..

Syarif Hidayatullah marah dan campur sedih,…. meninggalkan isterinya Siti Badariah, dalam keadaan Hamil.

Kemudian Syarif Hidayatullah melanjutkan perjalananNya menemui kakekNya: Prabu Siliwangi.

Sumber : Alm Abah Samiran usia 101 tahun

Bersambung

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x