x

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono Buka Kegiatan Sosialisasi Pasar Modal

waktu baca 4 menit
Rabu, 27 Agu 2025 18:23 104 Agus Tiro

Indonesiaglodia.com – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono membuka kegiatan Sosialisasi Pasar Modal Sebagai Alternatif Pendanaan Perusahaan dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi para pelaku usaha.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pada Rabu (27/8/25) di Pendopo Si Panji.

Baca Juga :  Agus Nur Hadie Resmi Dilantik Ketua Perbakin Banyumas 2025-2029

 

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan unsur TPAKD Kabupaten Banyumas, Kepala OJK Purwokerto, Direktur Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK.

Bupati

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono Buka Kegiatan Sosialisasi Pasar Modal.foto.doc.

Direktorat Perizinan Perorangan Profesi Penunjang dan Lembaga Penunjang Pasar Modal OJK, Kepala Kantor Perwakilan BEI Yogyakarta, Wakil Ketua Umum II Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI).

Serta menghadirkan 200 peserta yang merupakan pengusaha dan pelaku UKM di wilayah Kabupaten Banyumas dan Purbalingga.

Baca Juga :  Desa Barengkok Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

 

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional, menurutnya tantangan terbesar yang dihadapi para pelaku usaha adalah terkait permodalan.

“Terkadang produk jasanya sudah bagus dan sangat potensial untuk berkembang, tapi terhambat karena keterbatasan akses pembiayaan.

Pasar modal bisa menjadi alternatif solusi untuk masalah tersebut. Tetapi kendala selanjutnya yang kita hadapi di masyarakat adalah pemanfaatan instrumen ini masih belum optimal.

Di daerah kita, karena keterbatasan pemahaman dan keberanian untuk mencoba,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Pemkab Banyumas Gelar Upacara

 

Sadewo berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat membuka wawasan baru bagi para pelaku usaha.

Dengan memanfaatkan pasar modal, perusahaan tidak hanya memperoleh pendanaan yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan tata kelola, transparansi, serta daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Ia mengajak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk membangun ekosistem pembiayaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan kerja sama semua pihak, Ia yakin dan percaya umkm akan semakin kuat, ekonomi daerah semakin berkembang, dan pada akhirnya memberi kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga :  Bupati Banyumas Hadiri Panen Raya Semangka dan Bawang Merah

 

“Saya juga titip pesan kepada seluruh peserta sosialisasi, ilmu yang didapat di sini jangan berhenti pada diri sendiri. Tetapi bisa ditularkan kepada rekan kerja, mitra bisnis maupun lingkungan sekitar,” tuturnya.

Sementara itu Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady menuturkan kegiatan ini merupakan rangkaian program sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu yang diselenggarakan pada tahun ini.

Menurutnya kegiatan ini merupakan momen untuk memperkenalkan pasar modal sebagai sarana untuk mencari sumber pendanaan melalui layanan urun dana atau securities crowdfunding.

Baca Juga :  SD Negeri Ledug Gelar Seminar Parenting Bagi Orang Tua Murid

 

“Jadi memang layanan urun dana ini merupakan suatu alternatif pembiayaan atau penggalangan dana yang bisa dilakukan oleh Bapak-Ibu selaku pengusaha selain melalui bank atau melalui lembaga pembiayaan.

Dimana dalam melakukan penggalangan dana ini memanfaatkan teknologi atau platform untuk menemukan antara pemodal dan juga Bapak-Ibu yang mencari modal,” ucapnya.

Menurutnya Banyumas memiliki potensi yang sangat besar dari segi jumlah pelaku usaha, sehingga hal ini patut untuk dikembangkan.

Dengan adanya pembiayaan alternatif ini Ia berharap para pelaku bisa meningkatkan dan melakukan ekspansi bisnis secara terukur yang pada tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Banyumas 2025-2030

 

“Karena kami di OJK juga tugasnya tidak hanya mengawasi sektor jasa keuangan dan melindungi konsumen, tapi bagaimana OJK bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat terhadap perekonomian daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan kegiatan edukasi seperti ini akan terus dilakukan karena tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal masih sangat kurang.

Bahkan, untuk produk keuangan berdasarkan data survei yang dilakukan pihaknya setiap tahun, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada pada angka 66%.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Banyumas Serahkan Bantuan Kendaraan Bermotor Kepada Kepala Desa

 

Sedangkan tingkat inklusi keuangan berada pada angka 80%. Sehingga ada gap antara tingkat pemahaman dan tingkat penggunaan.

“Masyarakat itu sudah lebih banyak menggunakan daripada paham akan produknya, harapannya apabila ada edukasi ini mudah-mudahan dalam menggunakan produk-produk keuangan juga paham resikonya apa, untungnya apa, apa manfaatnya buat kita semua,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Mengundurkan Diri Sekitar Dua Tahun Menjabat

 

IG Yayu

Asri Prastisia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x