Kemenhan RI Prabowo Subianto. Dalam acara yang digelar selama dua hari ini, para petinggi dunia dan pemerhati masalah
ketahanan pangan menggelar diskusi dan kampanye terkait ketahanan pangan di masa sekarang.
Penyelenggaraan Atlantic Council Global Food Security Forum didukung oleh Gaurav and Sharon
Srivastava Family Foundation dan bekerja sama dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI
Prabowo Subianto Djojohadikusumo serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan
Investasi (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Pandjaitan.
Dalam acara tersebut, JM mengapresiasi rencana Menhan Prabowo untuk menjadikan singkong
sebagai komoditi utama pangan dunia. Sebab, dari olahan singkong, saat ini sudah banyak
produk yang bisa diciptakan, seperti tepung, mie instan dan lainnya.

Kemenhan RI Prabowo Subianto.
“Proses budidaya singkong juga terbilang mudah dan bisa diimplementasikan dimana-mana,
tanpa terkecuali Kota Bogor,” ujar JM. Dengan lahan pertanian yang terbatas di Kota Bogor, JM menilai singkong mampu dimaksimalkan pengembangannya di Kota Bogor.
Disamping untuk memastikan ketahanan pangan di Kota Bogor, sudah ada Perda nomor 16 tahun 2019 tentang Perlindungan Lahan Pertanian.“Jadi guna memaksimalkan lahan yang ada, menurut saya rencana pak Prabowo bisa diimplementasikan di Kota Bogor,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, Menhan Prabowo Prabowo mengungkapkan alasan dirinya
mengunggulkan tanaman singkong adalah karena singkong adalah tanaman yang efisien. Hal
serupa bahkan pernah diutarakan kepada publik oleh pendiri Microsoft Bill Gates.
Prabowo menyebut Bill Gates pernah menggelontorkan dana yang banyak sekitar 50 juta dolar
AS untuk riset tentang singkong. Tanaman ini disebut Gates sebagai tanaman yang paling
menarik di dunia. "Singkong bisa menjadi tanaman penyelamat dunia. Indonesia dapat jadi yang terdepan memproduksi, dan menyelesaikan ancaman terhadap ketahanan pangan," tuturnya.
Menurut Prabowo, ancaman terhadap ketahanan pangan dunia yang paling kentara adalah
pasokan gandum dunia yang tidak stabil lantaran konflik Rusia dan Ukraina. Selain itu, perubahan
iklim juga mempengaruhi masalah ini.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pemecahan tantangan pangan merupakan masalah bersama.
Oleh karena itu ia mengajak negara-negara G20 untuk saling berkolaborasi menciptakan dunia
yang lebih damai. “Untuk keluar dari masalah ini, kita butuh global partnership. Kita harus bekerja bersama,” tegas dia.
CEO dari Atlantic Council Frederick Kempe, menyampaikan rasa bangga sebab Atlantic Council
dapat berkumpul di KTT G20 bersama dengan Presiden dari negara tuan rumah, pembuat
kebijakan dan para pakar, serta pemain musik dunia dalam menggaungkan pembicaraan masalahkeamanan pangan di G20.
“Saya berterima kasih kepada mitra kami yang telah membuat acara ini sukses,” ucap Frederick.
Founder of the Gaurav & Sharon Srivastava Family Foundation, Gaurav Srivastava, mengaku
bangga dan senang bisa bergabung didalam forum tingkat tinggi selama dua hari ini.
Ia juga mengungkapkan acara ini telah memperkuat kesadaran dan keinginan peserta forum untuk
mengatasi tantangan ketahanan pangan dan energi dengan meningkatkan kolaborasi antar
pemangku kepentingan di tingkat nasional, regional, dan global.
“Saya senang dapat bergabung dengan Atlantic Council dalam menyelenggarakan pertemuan
pemimpin global untuk menanggapi ancaman kerawanan pangan,” pungkasnya.
3 tahun lalu
cose clomid revia extra super tadarise side effects A Wheeling police officer and a U