x

Kelompok Bimbingan Haji & Umroh (KBIHU) Al Wardah Menghelat Roadshow

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Feb 2024 18:26 280 Redaksi Glodia

Indonesiaglodia.com- Kelompok Bimbingan Haji & Umroh (KBIHU) Al Wardah Kabupaten Banyumas menghelat roadshow simulasi manasik haji 2024, Sabtu, 17/2/2024.

 

Kegiatan Kelompok Bimbingan Haji & Umroh (KBIHU) Al Wardah ini, diikuti 346 orang calon haji (Calhaj) tahun 2024 dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Banyumas.

Baca Juga :  Material Tanah Longsor Akibat Hujan Deras Berhasil di Bersihkan

 

“Ada sebanyak 18 orang calhaj 2024 yang berhalangan hadir. Tapi ada pula empat orang calhaj tahun 2025 yang hari ini ikut bergabung,” kata Hj Naufi Varchah, pengurus KBIHU Al Wardah.

Kelompok

Sebanyak 346 orang calon haji dari Kabupaten Banyumas mengikuti roadshow simulasi manasik haji di lapangan Arafah Pancasan Ajibarang Kabupaten Banyumas. ( Dok foto humas-IG Yayu).

 

Simulasi manasik outdoor kali ini mengambil tiga titik lokasi di wilayah barat, yakni lapangan desa Pancasan, Pancurendang, dan Cikidang.

Ketiga lokasi terpisah tersebut sebagai penggambaran Arofah, Muzdalifah, dan Mina.

Ratusan jamaah KBIHU Al Wardah tersebut dibagi ke dalam delapan rombongan dan diangkut secara beriringan dengan delapan armada bus AC eksekutif.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Banyumas Meraih Anugrah Bhumandala Ariti

 

Rombongan berangkat dari miqot Gedung Al Wardah Purwokerto menuju lapangan Arafah (Pancasan) untuk melaksanakan wukuf.

Di sana para jamaah mengikuti simulasi wukuf, yakni menyimak khutbah wukuf, shalat jamak Dhuhur-Ashar, hingga dzikir dan doa bersama.

Selesai pelaksanaan wukuf di Arafah, jamaah bergerak ke Muzdalifah (Pancurendang) secara beriringan dalam rombongan bus masing-masing. Setiap rombongan didampingi 2-3 orang pemandu.

Jamaah turun di Muzdalifah untuk mabit (transit) dan mencari kerikil yang diperlukan untuk lempar jumroh.

Baca Juga :  Pj Bupati Iwanuddin Iskandar dan Ketua DPRD Banyumas Luncurkan Bantuan RTLH

 

“Kami sudah mempersiapkan kerikil bagi setiap jamaah. Masing-masing jamaah mendapatkan satu kantong plastik berisi 70 buah kerikil,” kata Hj Siti Khotimah, salah satu pengurus aktif KBIHU Al Wardah.

Selesai mabit di Muzdalifah, para jamaah kembali ke bus masing-masing untuk melanjutkan perjalanan menuju Mina (Cikidang) untuk pelemparan jumroh.

“Dalam pelaksanaan ibadah haji, KBIHU Al Wardah menetapkan Nafar Tsani, sehingga di Mina menginap selama tiga malam. Tapi untuk simulasi, kami tidak sampai menginap.

Baca Juga :  Haji Reguler Calon Jema'ah Estimasi Masa Tunggu Puluhan Tahun di Indonesia

 

Kami mencukupkan 1-2 jam sebagai semacam pengenalan lapangan,” tutur Hj Naufi Varchah.

Selesai mabit di Mina, para calhaj bergerak kembali menuju Purwokerto, mengakhiri kegiatan simulasi manasik outdoor kali ini.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar, semarak tapi syahdu. Ke depan, kami akan terus berusaha memberikan layanan yang terbaik kepada calon-calon tamu Allah,” kata Ketua KBIHU Al Wardah, Hj Laily Sofiyah Mansyur.

(*) IG Yayu

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x