x

Situs Tugu Salak  Condet Melestarikan Ragam Budaya

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Agu 2022 14:21 526 Redaksi Glodia
Jakarta – Situs Salak Condet bertempat pertemuan Jalan.Dewi Sartika menuju Cawang dan Jalan Raya Condet, (10/8/2022).

Pembangunan kontruksi situs Tugu Salak Condet masih dikerjakan, kepala pekerja yang mengaku bernama Abdul Somad mengatakan saat ini.

Pembangunan situs masih dikerjakan ia mengatakan mudah-mudahan selesai agustus hari Proklamasi kemerdekaan kita, untuk diremiskan.

Banyak masyarakat Jakarta yang sudah melupakannya terkenal nya buah Salak Condet.

Dari namanya, buah ini berasal dari kawasan Condet, Jakarta Timur. Keberadaan buah ini memang tak lepas dari kawasan Condet yang berasal dari kata Ci Ondet yang merupakan anak Sungai Ciliwung.

Lokasinya yang berada di daerah aliran sungai membuat tanahnya subur dan cocok untuk berkebun serta bertani.

Pada jamam kolonial lahan tanah di daerah lintas sungai ciliwung sangat subur terutama di daerah condet, suburnya lahan Condet membuat Willem Vincent Helvetius van Riemsdjik jatuh hati.

Baca Juga :  Kepedulian Warga Ciracas Santuni Anak Yatim Piatu dan Dhuafa.

Dia merupakan tuan tanah sekaligus putra Gubernur Jenderal Jeremies van Riemsdjik yang membeli Condet dari Jacobus Johannes Craan pada 1770.

Helvetius mengembangkan Condet menjadi kawasan pertanian dan peternakan. Selain menghasilkan beras, kawasan ini juga memproduksi tanaman buah berkualitas seperti salak, duku, buah kecapi,buah buni,durian, gandaria, nangka, dan mangga.

Pemberian pupuk organik dari kotoran sapi, kerbau, dan kambing menjadikan kualitas rasa buah-buahan asal Condet sangat diminati di kalangan pembesar kolonial Belanda. Setelah kemerdekaan,

Condet terus tumbuh menjadi kawasan penghasil buah terutama salak dan duku yang dikelola oleh masyarakat asli Jakarta yaitu Betawi. Bahkan hasil bumi dari Condet ini sangat terkenal di era Presiden Sukarno.

Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1974 menetapkan kawasan yang terdiri atas Kelurahan Balekambang, Batu Ampar, dan Kampung Tengah sebagai cagar budaya melalui Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta No. D.IV-1V-115/e/3/1974. Ali Sadikin bahkan menetapkan Condet sebagai cagar buah-buahan.

Baca Juga :  Partai PSI Aktif Kontrol Kinerja Anies Baswedan

Pada puncak kejayaannya tahun 1970-an, produksi Salak Condet mencapai 285,7 ton dari dua kali masa panen terutama di bulan Desember.

Buah warna cokelat dengan kulit bersisik serta sedikit duri tipis dijual penduduk ke sentra buah Pasar Minggu yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari Condet. Buah-buahan itu dibawa melewati aliran Sungai Ciliwung dengan perahu dari bambu.

Dibangunnya Jalan Raya Condet mengakibatkan terkikisnya kawasan hijau di Condet. Penyebabnya tak lain yaitu percepatan arus urbanisasi.

Para pendatang banyak yang membeli lahan hijau di kawasan Condet dan mengubahnya menjadi permukiman.

Akibatnya masyarakat Betawi yang menempati Condet lama-lama terhimpit dari proses urbanisasi, hingga status cagar budaya dicabut pada tahun 2004.

Baca Juga :  PSI: Apresiasi Pj Gubernur Heru Buka Posko Pengaduan Warga Jakarta

Kecepatan Arus urbanisasi juga mengikis keberadaan Salak Condet. Buah dengan ciri-ciri memiliki rasa asam dan manis dalam satu rumpun buah serta berdaging tebal.

Kelangkàan salak condet, terjadi disebabkan berkurangnya lahan tanah’, karena proses pembangunan, serta lahan tanah sangat langka, disebabkan banyak pemukiman penduduk yang menjadikan Rumah+rumah yang padat

 

Untuk itu segala upaya pelestarian terus dilakukan para pemerhati budaya, khusus nya penduduk,untuk menjaga keberadaan Salak Condet.

Agar buah favorit para pejabat sejak masa kolonial ini, tak hanya menjadi kisah bagi anak cucu kita.

Gambar elang bondol dan salak condet,adalah ciri khas daerah condet
Namun, kini, salak condet menuju kelangkaan.

salak condet saat ini tidak bisa ditemui di Pasar-pasar Jakarta.
Akan tetapi, salak condet masih bisa ditemui di Cagar Buah Condet, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Cagar Buah Condet menjadi satu-satunya kawasan tersisa yang ada buah salak condet

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x