Wartawan babak belur Kronologis kejadian dari salah satu korban pemukulan Deny dari Media Online Bhayangkara 1 mengatakan,pada saat meliput di SDN Parakan 3.
Pada acara Samenan ini, dan kami minta ijin, untuk meliput acara tersebut, dan setelah mengambil foto dan video pada saat acara tersebut, dan setelah itu mereka menanyakan ke salah satu komite Sekolah tentang keberadaan Kepala Sekolah.
” Awalnya saya datang ke SDN Parakan 3 untuk liputan acara samenan/kenaikan kelas,sebelum ambil gambar dan video,saya ijin ke ruangan guru, guna untuk meliput kegiatan tersebut.
nah ,disitu kami di suguhi air minum dan sempat bincang – bincang dengan pihak Sekolah, dan saya pun ijin keluar ruangan kepada rekan media untuk ambil gambar,selang beberapa menit rekan saya menghampiri saya menanyakan, untuk minta steatman kepada Kepala Sekolah.
Saya suruh beliau, dan beliau menanyakan Kepala Sekolah kepada komite, guna di wawancara terkait acara kenaikan kelas dan malah komite tersebut, mengintruksikan kepada yang di panggung’, untuk di hentikan acara,dan tau – tau saya di pukuli seperti maling.
Begitu juga nasib dari rekan saya yang lain,atas nama Buhori dari media Angkara News dan Dayat dari media Pena news,di pukuli dan saya tidak tau apa penyebabnya.
,” Kami langsung lari untuk menyelamatkan diri dari amukan massa,ujarnya.
Ketika itu saya di bawa ke salah satu rumah warga dan masa datang lagi,saya di ancam untuk menghapus video dan foto acara tersebut,sempat di ambil hp saya,cuma saya ambil kembali dan pihak masa memaksa saya suruh hapus.
Deny menambahkan,” Saya merasakan sakit pada tangan karena bengkak,rasa ngilu perih,begitu juga di dengkul kaki,kepala kadang pusing,badan pada sakit,keluhnya.
Selanjutnya Deny mengatakan ,” Nanti saya ceritakan kalau ingat,soalnya ini kepala mulai sakit lagi,tutupnya sembari memegang kepala yang sakit.
Kejadian pemukulan ini sudah kami laporkan ke pihak berwajib Polsek Cigudeg,tutupnya.
Redaksi
Tidak ada komentar