Balon mengudara mulai jam 6 pagi, nunggu gerimis berhenti.foto.doc. Festival yang dihelat kali kedua ini
digelar di lapangan kampus 1 Dukuh Waluh Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas.
Dipadati ribuan pengunjung yang datang dari Purwokerto, hingga warga kabupaten tetangga Purbalingga Cilacap, Kebumen, Banjarnegara kebumen gombong dan Wonosobo.

Indonesiaglodia.com- Festival Balon Udara Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengguncang masyarakat Banyumas Raya Minggu pagi 26 Mei 2024, sampai siang.
Sekitar 30 balon udara didatangkan dari kabupaten yang memang maestro dalam pembuatan balon udara.
Balon udara karya anak muda Wonosobo ini mengudara di langit Purwokerto dalam rangka milad/ ulang tahun ke 50 Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Menurut Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo Hidzir pada Reporter Indonesia Glodia untuk membuat sebuah balon membutuhkan waktu penyelesaian sekitar 1,5 bulan.
Tingkat kesulitan pembuatan balon terletak pada pembuatan ornamennya. Untuk bisa terbang atau tidaknya balon udara tergantung angin bertiup. “Kalau kencang anginnya ya tidak bisa terbang”,kata Hidzir.

Para Komunitas Balon Wonosobo yang membawa balon dari Wonosobo ke Kampus 1 UMP Purwokerto.foto.doc.
Untuk menerbangkan balon udara juga harus meminta ijin pada otoritas bandara (Dinas Perhubungan ) yang berpusat di Sidoarjo.
Balon buatan Komunitas Balon Wonosobo ini bisa mengembang dalam diameter 5 meter sedangkan ketinggian terbang di udara sekitar 15 meter.
Balon juga harus ditambatkan ke tanah dengan tambang yang dipegangi beberapa orang.
Masyarakat benar benar terhibur dengan Festival Balon Udara ini. Apalagi ratusan pelaku usaha UMKM ikut menjajakan berbagai makanan.
Di kegiatan ini ditampilkan pula seni barongsai dan lomba kentongan yang diikuti 10 grup kentongan.
IG Yayu
Tidak ada komentar