x

Miris Salah Satu Balita Stunting di Kabupaten Sukabumi

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Sep 2022 00:31 704 Redaksi Glodia
Miris melihat anak balita berusia 2 tahun insial S. Balita ini mengalami gizi buruk dan Stunting. Bocah balita ini berada di RSUD Sekawangi  gizi buruk dan stunting, Kabupaten Sukabumi, (7/9/2022).

Saat di wawancara Astri Ibu dari balita yang mengalami gizi buruk, dan stunting tersebut. Ia menuturkan kepada crew media “sakitnya dari usia enam bulan dan sekarang umur dua tahun dua bulan.

Astri, ibu balita tersebut terlihat sangat bingung dengan kondisi anaknya yang sakit dengan ditambah faktor ekonomi yang menghimpit keluarganya.

Walaupun dalam pengurusan administrasi di Rumah Sakit sekarwangi ada salah satu relawan yang dengan ikhlas membantu semua administrasi di rumah sakit, tetapi ibu balita tersebut sempat minta pulang paksa atas kemauan sendiri karena terbentur biaya sehari hari di rumah sakit.

Baca Juga :  Acara Pelepasan dan Promosi Jabatan Dinas PUPR

Selanjutnya kondisi anaknya tidak kunjung baik sehingga anaknya masuk IGD Rumah Sakit Sekarwangi lagi dan sekarang berada di ruangan Wijaya Kusuma lantai II. (07/09/22)

Menurut keterangan dari Ibu pasien bahwa anaknya sudah cukup lama sakit-sakitan dan mengalami gizi buruk serta stunting di perparah dengan keadaan sekarang.

Anaknya muntah-muntahan dan tidak mau makan. Serta tidak mau minum, ujar Ibu pasien yang berdomisili di Desa pondok kaso tonggoh Kecamatan Cidahu.

Ia merasa bingung dengan keadaannya sekarang, pasalnya walaupun sudah punya BPJS KIS dari Pemerintah.

Tetapi Ibu balita tersebut, bingung untuk biaya hidup sehari-harinya di rumah sakit, ditambah lagi keresahannya dengan takut kalau anaknya di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Baca Juga :  Calon Walikota London Dituduh Meraba Raba Tubuh Produser TV

Bantuan baru kemarin dari dinas sosial, berupa Pembuatan kartu BPJS KIS, kalau pihak Puskesmas. Alhamdulillah ada perhatian dan pihak Desa tadi tiba memberikan bantuan.

Bukannya anak saya tidak mau dirawat, tetapi kan saya yang menunggu harus makan, karena tidak ada yang menanggung biaya makan sehari-harinya.

Pada dasarnya suami saya kerja tiap hari juga penghasilannya’sangat minim gali lobang tutup lobang, untuk kebutuhan makanan sehari-hari tak menentu.

Saya berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, karena anak saya harus dirujuk ke bandung minta partisipasinya,” pungkasnya.

Reporter (Imas )

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x