x

Niniak mamak Pengulu Luak Limopuluah Butuh Balai Adat Tiap Nagari di Kab.50 Kota

waktu baca 5 menit
Minggu, 10 Des 2023 23:11 691 Redaksi Glodia
Limapuluh Kota Sumbar – Niniak-mamak Luak Limopuluah, menilai bahwa setiap Nagari di Luak Limopuluah, diperlukan adanya Balai adat dan Medan nan Bapaneh.

Kedua fasilitas tersebut, merupakan hal yang urgensi bagi menyikapi degradasi sikap dan prilaku sosial warga Luak Limopuluah, khususnya di Kabupaten Limapuluh-Kota Sumatera Barat.

Hal itu terungkap dari diskusi sejumlah niniak mamak pengulu dan pemuka masyarakat dalam sebuah acara silaturahmi Tim Pemenangan Capres Amin yang diprakarsai Syafni Sikumbang di kediamannya di Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru, Jumat siang ( 8-12-2023 ).

Niniak

Syeikh Muliadi Ketinggian.

Baca Juga :  Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah Tunjuk Heri Fitriansyah

Silaturahmi yang berlanjut menjadi diskusi itu di hadiri perwakilan Niniak mamak, penghulu, Ulama, pemuka Masyarakat dan Bundokanduang dari beberapa Nagari di kabupaten Limapuluh-kota itu, bermula dari pernyataan Syafni Sikumbang selaku tuan rumah atas kerisauannya terhadap degradasi moral Masyarakat luak Limapuluh kota.

Syafni Sikumbang, selaku pemerhati sosial kemasyarakatan Luak Limopuluah ( sebutan bagi wilayah adat Kota Payakumbuh dan Kab. Limapuluh-Kota ) menilai implementasi system nilai ajaran adat Minangkabau di daerah setempat berada dalam situasi dan kondisi memprihatinkan.

Prilaku masyarakat kabupaten setempat, sudah semakin jauh meninggalkan perinsip-prinsip adat dan budaya Minangkabau. Budaya “malu” dalam tatanan kehidupan sosial dewasa ini alami pergeseran yang mencemaskan. Terutama pada kalangan anak kamanakan selaku generasi penerus bangsa.

Niniak

Safni Sikumbang

Baca Juga :  Pj Iwannuddin Iskandar Ziarah Makam R Joko Kaiman Bupati Pertama Banyumas

Niniak mamak/penghulu serta ulama yang hadir dalam silaturahmi pemenangan Anis Baswedan dan Muhaimin Iskandar  itu merespon dengan antusias pernyataan Syafni Sikumbang.

Syafni Sikumbang (51 th) sebagai pengusaha sukses di Kandis Kabupaten Siak Provinsi Riau itu, kuatir terhadap eksistensi keminangkabauan orang Limapuluh-kota yang secara lamat-lamat namun pasti akan alami pengikisan yang sulit dinafikan.

Pengusaha pemilik Pasar Kandis di KM. 79 Kandis itu menyampaikan sederetan kejadian dan peristiwa dari pergeseran nilai sikap dan prilaku warga Lima puluh kota.

Baca Juga :  Tim Sepak Bola Usia SD Purwokerto Timur Boyong Piala Kadindik 2024

Budaya “malu” yang menjadi landasan moral dan perilaku – yang digariskan adat Minangkabau, terlihat secara terang benderang di pelbagai tempat. Dan hal itu menjadi tontonan khalayak ramai, dan sulit dikontrol lagi.

Rumor tentang “Minangkabau” yang disinyalemen hilangnya frase “Minang” dan tinggal hanya “kabau” saja, menurut  pengusaha yang yang dikenal dermawan itu semakin mengkuatirkan.

Niniak mamak yang hadir itu serta merta tersentak mendengar pernyataan Syafni Sikumbang, Ketua IKMS ( Ikatan Keluarga Minang Saiyo ) Kabupaten Siak -Riau itu. Karena hal itu memang suatu realitas sosial yang sudah lama merisaukan banyak orang di Luak Limo puluah.

Baca Juga :  Puluhan Atlet Berprestasi Kabupaten Banyumas Dapat Tali Asih

Mengomentari pernyataan Syafni Sikumbang, Syeikh Mulyadi Katinggian, Pemuka Agama yang mimiliki Ribuan murid di Nusantara ini, kepada Awak media menjelaskan bahwa di Minangkabau, Rajo ( Raja ) Nan Sabana Rajo (yang sesungguhnya) dalam kebudayaan Minangkabau bukanlah “orang”, melainkan adat. Oleh Etnis Minangkabau, dikenal “Adaik Nan Ampek” ( Adat Nan Empat )

Nan Ampek ( Nan Empat) itu berasal dari yang Esa: Allah Swt. Itulah “adat yang sebenar-benarnya adat”.  Ajaran dengan segala hikmahnya yang diwarisi dari Nabi Muhammad S.a.w. yang betolak dari firman Allah pada KitabNYA. Dan Adat itu bukanlah materi yang bersifat kebendaan atau alam

Dengan demikian berlakulah Adaik nan indak lapuak dek hujan ( Adat yang tidak akan pernah lapuk oleh hujan ) Indak lakang dek paneh ( Tidak akan pernah lekang oleh terpaan panas).

Baca Juga :  Tim Gabungan Kembali Temukan Korban Banjir Lahar Dingin

Jikok dibucucuik indak mati ( jika dicabut tidak mati) Kok diasak indak layuah ( kalau dipindahkan tidak layu). Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi kitabullah. Syarak mangato, adat mamakai.

Edi Anwar Asfar, Ketua Umum  DPP- Serikat Praktisi Media Indonesia  ( DPP- SPMI ), yang ditemui bersama Syeik Muliadi di kediamannya di Sarilamak menimpali  bahwa  pernyataan Syafni Sikumbang itu, bukanlah pernyataan politis yang meramaikan hiruk-pikuk wacana Pileg 2024.

Pernyataan tersebut juga tidak sebatas pernyataan turut meramaikan wacana Kembali ke Surau. Edi menilai pernyataan tersebut sebagai kekuatiran seorang yang peduli terhadap nasib Limapuluhkota.

Baca Juga :  Pertemuan Dua Organisasi Lintas Sektoral Berbasis Digitalisasi

Pernyataan Syafni itu kata Edi Anwar berangkat dari pandangannya bahwa kohesi sosial yang kuat dan nilai-nilai ideal adat yang menjadi standar satu-satunya bagi sikap dan prilaku orang Minang, yang dewasa ini mulai memudar.

Kondisi dewasa ini, doktrin sosial Minangkabau: Adat bersendikan Sarak – Sarak Bersendikan Kitabullah (ABS-SBK) sudah tidak lagi kokoh, dan telah tergerus  oleh anasir luar Minangkabau.

Sebagaimana yang diungkapkan Syafni Sikumbang  bahwa semua prinsip ajaran adat itu  kini sudah mulai pudar. Kegelisahan terhadap patologi sosial dewasa ini semakin merisaukan banyak orang. Penyakit masyarakat” yang lebih dikenal dengan “Pekat” semakin bertumbuh kembang di mana-mana, baik di kota-kota hingga ke pedusunan  di lingkungan pendukung  adat Minangkabau.

Baca Juga :  Pesisir Selatan Wisata Alam Terdapat di Sumatera Barat Istimewanya Apa..

Perda Pekat yang ada sepertinya tak pernah memiliki kekuatan sitawa sidingin. Demikian juga wacana “Kembali ke Nagari” – sebagaimana yang dikemukakan Syafni, juga tidak mangkus dan hanya sebatas meramaikan wacana“kembali ke surau”.

Dalam kondisi demikian, doktrin filosofi sosial Minangkabau  Adat bersendikan Sarak – Sarak Bersendikan Kitabullah (ABS-SBK) relative hanya sebatas slogan kosong belaka.

Atas dasar pemikiran demikian, sudah pada tempatnya jika keberadaan Balai Adat dan Medan nan Bapaneh, menjadi hal yang urgen bagi setiap  nagari di Kabupaten Limapuluh Kota.

Baca Juga :  Sumatera Barat Di Landa Banjir Bandang

Sebagaimana yang dikemukakan para niniak mamak/penghulu dan ulama, serta Bundokanduang yang hadir dalam acara silaturahmi relawan Anis di Sariak Laweh itu.

Keinginan para niniak mamak akan hadirnya Balai adat dan Medan nan bapaneh tersebut, bukanlah tanpa alasan. Balai adat dan Medan Nan Bapaneh itu dimaksudkan, sebagai salah satu solusi bagi upaya memperkokoh keberadaan adat Minangkabau di Luak Limopuluah.

Inti Minang itu adalah nagari. Nagari sebagai wilayah pemerintahan dalam sistem NKRI sudah banyak Lembaga dan orang-orang yang mengurusinya.

Baca Juga :  Pemdes Se-kecamatan Leuwiliang Sambut Penanda Tanganan Akte Notaris Koperasi Merah Putih

Akan tetapi sebagai Subkultur – inti Minang itu tidaklah banyak yang mengurus- jika tidak boleh dikatakan, tanpa ada yang menurusinya secara proforsional dan profesional.

Jika Nagari sebagai inti dari Minangkabau itu tidak diurus oleh Niniak mamak dan generasi anak kamanakan selaku parik paga nagari, dapat dipastikan, cepat ataupun lambat, spirit Minangkabau itu akan punahlah, pungkas Edi Anwar, yang diamini oleh Syeik Muliadi.

Menyikapi pentingnya eksistensi balai Adat buat para niniak mamak dan Medan nan Bapaneh bagi generasi Muda selaku anak kemenakan pada kesempatan itu, para niniak mamak dan pemuka yang hadir mengharapkan pada Syafni Sikumbang kiranya berkenan membantu memprakarsai untuk mewujudkan harapan tersebut.

Baca Juga :  Mobil CPO Terjun ke Sungai Lunang Pessel

Syafni Sikumbang yang juga dikenal sebagai pengusaha peternakan ayam dan sapi di Kabupaten Siak itu, menyikapinya dengan permohonan doa, agar ia peroleh kemudahan rezeki untuk mewujudkannya.

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x