x

Pasar Tradisional Makanan Umbi-Umbian Sulit Dicari

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Agu 2024 21:08 170 Redaksi Glodia

Indonesiaglodia.com- Makanan Umbi Umbian mulai sulit dicari, kalaupun ada di pasar tradisional harganya mahal melebihi harga beras.

Dari pantauan Reporter Indonesia Glodia di Pasar Tradisional yang masih murah harga muntul ketela rambat dan budin ketela pohon sekitar Rp 6000 sekilo.

Diperkirakan karena musim kemarau, maka tanaman umbi-umbian mulai menghilang dari kebon dan sawah petani.

Pasar

Pohon Rumbial/Sagu.foto.doc.

Baca Juga :  Simulasi Sistim Pengamanan Kota (Sispamkota) Polresta Dengan Pemkab Banyumas

 

Menurut Sakun, Harti dan Wari warga Somagede pada Indonesiaglodia.com pihaknya juga harus beli di pasar kalau mencari makanan khas pedesaan itu.

Harga kentang Ireng,, sagu dan gadung sekitar Rp 30.000 sekilo, ini tiga macam umbi yang masih bisa didapat meski stok sedikit.

Sedangkan yang benar-benar menghilang jenis umbi suweg atau Porang.

Baca Juga :  Aneh Tapi Nyata Diduga Tower Berdiri Tanpa Pemberitahuan

 

Dulu, waktu awal covid melanda tanaman Porang ibarat emas hijau yang jadi primadona karena sempat booming sebagai jenis umbi komoditas ekspor.

Pasar

Porang.foto.doc.

Negeri matahari terbit Jepang yang paling banyak untuk tujuan ekspor suweg Porang. Infonya ini menjadi bahan baku pembuatan Butrijel.

Seorang petani di desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja Juha menceritakan hal yang sama.

Menurut Warti kini yang paling gampang ditemui adalah ketela pohon, ketela rambat dan jagung.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Gelar Lomba MAPSI

 

Dia bercerita karena musim kemarau akar tumbuhan sagu, suweg, kentang hitam dan gadung tidak terlihat lagi.

Saat ini harga sembako relatif stabil. Tapi kenaikan harga cabai setan atau cabe cangak yang rasanya pedas bukan main mulai terasa.

Sekarang jenis cabe ini dan harga cabai cengis hijau naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 80.000. Sedangkan daging ayam negeri naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 38.000 sekilo gram.

Baca Juga :  Pj Bupati Serahkan SK Pemberhentian 202 Pegawai

 

Ada sebuah makanan unik yang adanya cuma di pedesaan yakni Ketupat Landan. Cara membuat ketupat ini terlebih dahulu membakar kayu blukang untuk diambil abunya.

Abu kayu blukang dikasih air terus untuk menggodok atau memasak ketupat.

Hasil daun blarak kelapa jadi merah. Nasi ketupat yang didalam juga berwarna merah kecoklatan dan berasa asin gurih.

Baca Juga :  Pelatihan Mediator Akreditasi Mahkamah Agung

 

Ketupat Landan sungguh enak dimakan meski tanpa lauk.

IG Yayu

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x