x

Pemkab Banyumas Gelar Festival Banjoemas Kota Lama

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Jul 2024 15:24 475 Redaksi Glodia

Indonesiaglodia.com- Festival Banjoemas Kota Lama yang digelar oleh Pemkab Banyumas sejak Jumat 5 Juli 2024, diakiri dengan acara Ruwat Sukerta Minggu 7 Juli 2024.

Acara Festival yang digelar di Halaman Bale Adipati Mrapat Kawasan Banjoemas Kota Lama, Kecamatan Banyumas.

Diikuti sebanyak 18 orang yang masuk kategori sukerta antara lain ontang anting, tunggak aren, pancuran kapit sendang, kedhana kedhini dan kelungse.

Festival

Pemkab Banyumas Gelar Festival Banjoemas Kota Lama.foto.doc.

Baca Juga :  Kepala Dinas Perijinan dan Investasi Satu Atap Kabupaten Banyumas Irawati SE

 

Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro mengatakan acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian tiga hari event budaya yang digelar di Kota Lama Banyumas.

Dia menilai kegiatan tersebut merupakan warisan budaya dari leluhur yang harus dilestarikan.

“Ini merupakan rangkaian tiga hari event budaya di Kota Lama Banyumas. Hari ini kita akan melaksanakan ruwat untuk menghilangkan Sukerta.

Baca Juga :  Pj Bupati Banyumas Pimpin Apel Pasukan Operasi Ketupat 2024

 

Ini merupakan warisan nilai budaya dari leluhur yang harus kita lestarikan. Ini mudah-mudahan menjadi event budaya tahunan yang bisa mengangkat pariwisata di Banyumas,” katanya.

Festival

Pemkab Banyumas Gelar Festival Banjoemas Kota Lama.foto.doc.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Banyumas Pimpin Upacara HUT KORPRI Ke- 53

 

Pada prosesi ruwat, orang-orang yang diruwat membalut dirinya dengan kain berwarna putih setelah sebelumnya mereka dimandikan dengan kembang setaman.

Setelah itu dilanjutkan dengan upacara potong rambut dan sungkeman untuk memohon doa restu kepada orang tua masing-masing.

Selama prosesi ruwat orang-orang tersebut diiringi oleh sejumlah penari yang berasal dari Sanggar Tari Panjimas Banyumas yang menampilkan tari Murwo Kolo.

Baca Juga :  Pj Bupati Hanung Ziarah ke Makam R Joko Kaiman Bupati Pertama Banyumas

 

“Murwo Kolo ini tari ruwatan untuk membuang Sukerta atau kesukaran-kesukaran dalam hidup.

Kami menampilkan tari yang diiringi dengan musik-musik rebana yang kalimat didalam lagunya itu adalah permohonan kepada Tuhan.

Supaya diberi kesehatan, kelancaran dan kebahagiaan dalam hidup,” kata Pembina Sanggar Tari Panjimas Banyumas, Suyati.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Fendi Rudianto mengatakan, Ruwat Sukerta menjadi puncak acara Festival Banjoemas Kota Lama.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Banyumas Meraih Anugrah Bhumandala Ariti

 

Selama festival berlangsung, pengunjung diajak berbincang mengenai budaya Banyumasan, menyaksikan pementasan seni dan atraksi budaya yang berasal dari 12 desa penyangga kawasan Banyumas Kota Lama.

Selain itu ada pameran UMKM dan Tour Banjoemas Kota Lama untuk berkeliling sejumlah bangunan bersejarah bergaya kolonial, Tionghoa dan Jawa.

“Ruwat Sukerta menjadi puncak acara. Acara ini merupakan ritual budaya untuk membuang sial atau sengkala dengan tradisi khusus.

Yang diruwat untuk tahun ini sebanyak 18 orang yang masuk kategori sukerta antara lain ontang anting, tunggak aren, pancuran kapit sendang, kedhana kedhini dan kelungse.

Baca Juga :  Penjabat (Pj) Bupati Banyumas Hadiri HUT Baznas ke-24

 

Ada 3 peserta dari luar kota yaitu Temanggung,” katanya.

IG Yayu

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x