Proyek Pengurukan Tanah di Duga Tanpa Ada Ijin Berjalan Lancar.foto.doc.
Hasil dari pengambilan dan pengurukan tanah tersebut pada saat musim ujan akan menyisakan jalan menjadi licin dan becek, serta berdebu, pada saat cuaca kemarau, yang di lalui oleh pengendara roda dua dan roda Empat atau lebih.
Mereka para supir mengeluhkan jalan menjadi licin dan becek, apa lagi para pengendara roda dua pada saat di temui di lapangan, Sabtu 4/5/2024 mengatakan,

Proyek Pengurukan Tanah di Duga Tanpa Ada Ijin Berjalan Lancar.foto.doc.
Sangat kaget melihat kondisi jalan seperti ini, dan harus ekstra hati-hati, apa bila malam hari lewat sini, apa lagi pada saat sekarang ini musim ujan, rawan kecelakaan ucapnya.
Di lokasi lapangan memang telah terpasang rambu-rambu untuk hati-hati karena jalan licin.
Ketika di konfirmasi ke pihak desa Purasari yang wilayahnya di lalui dan tempat lokasi pengurukan di kampung Sinar Jaya RT/RW 02/01 Desa Purasari.
Kepala Desa Purasari Agus Soleh Lukman ketika di konfirmasi mengatakan, Pengurukan yang berada di kampung Sinar Jaya RT/RW 02/01.

Proyek Pengurukan Tanah di Duga Tanpa Ada Ijin Berjalan Lancar.
” Tidak ada konfirmasi dan tidak ada ijin apapun ke saya, terkait pekerjaan pengurukan tersebut. dari awal mulai pengerjaannya dan saya tidak tau apa-apa ungkapnya, pada saat di temuin di kantor desanya, Minggu 5/5/2024.
Pengurukan yang sudah berjalan hampir Seminggu lebih, tapi ijin sama sekali tidak ada, ucap salah satu warga sekitar yang namanya tidak mau di sebutkan, basa basi atau pamit/ ijin ke kami warga sekitar saja tidak ada.
Kami merasakan jalan menjadi becek dan berdebu, seperti saat sekarang ini, sangat mengganggu dan rawan kecelakaan baik terhadap pengendara maupun terhadap warga sekitar khususnya, ucapnya lagi.
Suhalim sebagai orang lapangan yang bertanggung jawab mengatakan pada saat ketemu di kantor desa Purasari, mengatakan,
” Memang bener Pa, kami minta maaf karena tidak ada ijin ke wilayah setempat, tapi kami nanti akan bertanggung jawab, apabila pengurukan ini selesai, kami akan menyewa pihak Damkar untuk menyiram lokasi jalan yang di lalui, paparnya.
Pengamat lapangan jalan dan jembatan wilayah V Leuwiliang mengatakan, mereka juga tidak tau kalau masalah ijin ucapnya.
Kepala UPT jalan dan jembatan wilayah V Leuwiliang, ketika di minta tanggapan terkait jalan tersebut, foto terlampir di mulai hari Sabtu dan Minggu di telepon tidak ada respon sama sekali.
*** Tim
Tidak ada komentar