Beberapa rumah warga kampung Sri Rahayu.foto.doc.ig Komunitas Dhuafa syarat untuk dapat memperoleh bantuan rumah layak huni, para warga ber KTP Banyumas dan sudah tinggal di Kabupaten Banyumas minimal tiga tahun.
Menurut Ketua PSDK UMP Bayu Kurniawan didampingi Staff Ayu lokasi perkampungan berada di Kecamatan Purwojati dan sekarang sedang dimulai pembebasan tanahnya.

Warga sedang melakukan Cek tansi darah.foto.doc.ig.
Selain Kabupaten Banyumas beberapa kabupaten yang mendapat program pemerintah ini adalah Cilacap, Grobogan, Magelang dan Pemalang.
Meski begitu ini bukan pemberian gratis karena para warga dhuafa diberi kesempatan mencicil selama 20 tahun. PSFK UMP berdiri 29 November 2019.
Saat ini komunitas binaan yang paling dekat dengan base camp berada di kampung Sri Rahayu Kelurahan Karangasem Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Di kampung ini pemukim 250 KK 400 jiwa yang terbagi dalam dua Rukun Tetangga.
Tadinya kampung ini mendapat stigma dari masyarakat dengan dInamai kampung dayak. Anggapan demikian mungkin dikarenakan warga yang bermukim disini kelompok marginal dengan mata pencaharian beragam seperti pemulung, tukang pijit, tukang becak, pengamen, pengemis, waria dan maaf PSK.

Kiri Bayu Kurniawan bersama reporter indonesiaglodia.com.foto.doc.ig.
Pihak Pemda Banyumas dan lembaga sosial kemanusiaan pernah berusaha mengentaskan komunitas ini dengan diberi ketrampilan menjahit, membuat roti, diberi kambing untuk dikembangan dan lainnya.
Namun upaya itu belum membuahkan hasil menggembirakan.
Sampailah kabar keberadaan kampung dayak ditelinga Bayu Kurniawan yang sejak muda memang senang berkegiatan di bidang sosial.
Lalu 19 November 2019 didirikan komunitas dhuafa bernama PSDK ( Pusat Studi Dakwah Komunitas) UMP ( Universitas Muhammadiyah Purwokerto) dengan Ketua Bayu Kurniawan.
Kantor tempat komunitas ini berkegiatan di Jalan Wahid Hasyim Purwokerto.
Awal memberdayakan komunitas ini ya berat karena mereka sudah ngoyod berpuluh tahun menjalani kehidupan keras dan jadi diri sendiri tentunya.
Berkat perjuangan tanpa batas Bayu dan rekan serta dukungan PSDK UMP, Pemda Banyumas, lembaga sosial seperti Baznas, Lazismu, insan yang peduli pada giat sosial dan sedekah kini kampung dayak yang berganti nama menjadi kampung Sri Rahayu mulai bangkit menggeliat menjadi kampung dengan warga yang Akhlaqul karimah berprofesi layak.
Ada beberapa pilar yang digelar untuk warga Sri Rahayu yakni peningkatan iman taqwa, meningkatkan taraf pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Dari segi imtaq setiap seminggu dua kali mendapat pelajaran agama/ rohani dari ustad ustazah.
Di bidang ekonomi mendapat bimbingan membuat kesed, telur asin, bengkel tambal ban, pertukangan dan cara berdagang sayur mayur dengan diberi bantuan gerobak.
Pendidikan anak anak warga kampung sri rahayu juga diperhatikan. Biar mereka tidak mengikuti jejak pekerjaan orang tuanya papar Bayu Kurniawan.
Disini ada 16 anak yang kuliah di UMP Purwokerto dengan membayar 10 persen dari biaya kuliah yang seharusnya dibayar.
Anak usia SD yang bersekolah juga mendapat bantuan biaya pendidikan Rp 350.000 per semester, SMP Rp 600.000 dan yang SMA dapat bantuan Rp 900.000per semester.
Dari segi kesehatan komunitas ini berobat gratis pada dokter Tangguh Budi Prasetro dan dokter Tuti. Obat Pun gratis. Bahkan sunat gratis juga bisa. Sudah sekitar 500 anak yang sunat gratis disini kata Bayu Kurniawan.
HUTANG PIUTANG
Permasalahan hutang pada rentenir juga menjadi pantauan tim hukum PSDK UMP. Apabila ada yang terjerat hutang pada rentenir segera dilunasi pihak PSDK UMP dengan catatan jangan hutang lagi.
Bila ada yang kumpul kebo segera dinikahkan secara hukum agama dan negara dibiayai PSDK UMO.
IG Yayu
Tidak ada komentar