x

Sekolah Qaryah Thayyibah Purwokerto (QITA) Gelar Seminar Isu Bullying

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Des 2024 09:28 103 Redaksi Glodia

Indonesiaglodia.com – Sekolah Qaryah Thayyibah Purwokerto (QITA) menggelar Seminar dalam menanggapi isu bullying (perundungan) Sabtu 30/11/2024.

Seminar Lembaga pendidikan sekolah Qaryah Thayyibah yang terdiri dari KB-TK-SD-SMP tersebut di balai kelurahan Sokanegara, kecamatan Purwokerto Timur.

Baca Juga :  Bupati Rohil, Kapolres Targetkan Vaksinasi Massal 7.000 Dosis

 

Tema yang diangkat adalah Optimalisasi Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman.

Sekolah

Sekolah Qaryah Thayyibah Purwokerto (QITA) Gelar Seminar Isu Bullying.foto.doc.

 

Kegiatan dihadiri oleh sekitar 75 peserta dari kalangan guru, orang tua, dan pegiat pendidikan di wilayah kabupaten Banyumas.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Banyumas, Ichya Mahluqie, membuka secara resmi kegiatan seminar.

Baca Juga :  Pj Bupati Banyumas Tatap Muka Persatuan Perangkat Desa Indonesia

 

Dengan berpesan agar tindakan pencegahan bullying terus diupayakan di satuan pendidikan dengan menjalin kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah.

Narasumber kegiatan ini merupakan pakar hukum dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Yusuf Saefudin, dan Psikolog dari UIN SAIZU Purwokerto, Henie Kurniawati.

Materi yang disampaikan mengupas tuntas tentang tindakan bullying dan cara pencegahannya dari sudut pandang hukum dan psikologis.

Baca Juga :  Sebanyak 4139 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jadi Bagian ASN

 

Tiat Adi Yuwono, Ketua Yayasan Qaryah Thayyibah Purwokerto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari Open House Sekolah QITA tahun 2024 dan bertujuan sebagai sarana edukasi bagi semua pihak.

“Seminar kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan ini untuk media belajar kita bersama demi mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Tentu, harapan kami, tidak ada tindakan bullying di lingkungan anak-anak kita, baik di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga :  Ketua Kwarcab Banyumas Lantik Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)

 

Guru, orang tua, dan masyarakat harus berkolaborasi untuk ini,” jelasnya.

Sosialisasi anti bullying perlu terus dilakukan agar langkah-langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan dengan tepat.

Aktivitas bullying dapat berupa fisik, psikis, dan verbal yang menyebabkan korban mengalami gangguan mental atau merasakan tekanan kuat sehingga menderita.

Baca Juga :  DPW IWOI Provinsi Jawa Tengah Menggelar Pelatihan Jurnalistik

 

Segala upaya penanganan harus memperhatikan kepentingan baik anak.

IG Yayu

Redaksi Glodia

Media Online Indonesia Glodia
Merupakan media yang mengedepankan,
Penuh Daya Cipta Naluri dan Filosofis.
www.indonesiaglodia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x