Syahid Muhammad Penulis Buku, Duduk Dulu Jangan Lupa Jadi Manusia.foto.doc. Kata motivasi itu terucap dari penulis buku Syahid Muhammad saat peluncuran buku karyanya berjudul Duduk Dulu di pendopo si Panji Purwokerto Jumat 17 Mei 2024.
Menurut pria kelahiran Bandung tahun 1995 ini diapun awal menulis bermodal ragu-ragu. Apa saja dia tulis di media sosial.

Peserta menyimak peluncuran buku karya Syahid Muhammad berjudul Duduk Dulu Jangan Lupa Jadi Manusia. (IG Yayu).
Tidak menyangka tulisannya diminati pengguna medsos sehingga curhatan Syahid Muhammad dituangkan dalam bentuk buku bekerja sama dengan penerbit Jogjakarta.
Tri Prasetyo dari pihak penerbit menuturkan bahwa sudah ada 10 buku karya Syahid Muhsmmad.yang diterbitkan pihaknya. Alhamdulillah laku semua papar Tri Prasetyo.
Acara yang dihelat dalam rangka memperingati Hari Buku Internasional ke 29 dihadiri mahasiswa, pelajar DLTA, para pustakawan dan pejabat terkait. Ada 140 peserta menghadiri acara yang berlangsung gayeng ini.
Buku Duduk Dulu Jangan Lupa Jadi Manusia mengupas pentingnya kita duduk dulu sejenak untuk merenungkan perjalanan hidup yang sudah kita lalui.

Syahid Muhammad ( tengah) bersama penggemarnya.foto.doc.
Kita manusia tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak kemudian terkumpul lagi tenaga serta pikiran yang fresh untuk melanjutkan kembali apa yang sedang dilakukan.
Gaya bicara Syahid Muhammad yang lembut mengalir seperti air, diimbangi penguasaan dari moderator Indah Bank Indonesia Purwokerto membuat suasana menjadi hidup.
Kita juga harus diberi ruang untuk mengeluh mengeluarkan uneg-uneg agar dada menjadi lega karena sebagian beban sudah dikeluarkan melalui keluhan atau curhat kepada orang yang dipercaya.
Buku duduk dulu jangan lupa jadi manusia ibarat kamu sedang dibentuk. Kamu bukan sedang hancur tapi kamu sedang terbentuk untuk menjadi lebih baik.
Menangis juga boleh tidak usah malu karena kita manusia,” ya wajar kalau menangis karena sesuatu kata Syahid Muhammad.
Jangan takut untuk memulai sesuatu karena pada dasarnya kita bisa untuk menjadi apa yang kita mau kalau mau berjuang.
Salah salah ya wajar tapi dari kesalahan, nanti kita akan menemukan yang benar itu yang bagaimana.
Ada peserta bertanya mengapa anak anak lebih percaya pada orang lain daripada orang terdekat? Syahid menjawab pada usia anak anak memang masa yang indah untuk bermain.
Sementara si anak menganggap orang tua atau keluarga terdekat lebih banyak mengatur, ini itu seperti kurang memberi ruang untuk berkreasi. Jadi harus dicari solusi agar stigma orang tua yang demikian bisa terhapus dari anggapan anak anak.
Diakhir acara Syahid Muhammad didaulat berfoto bersama peserta dan memberikan kata closing jangan memandang diri kita dari sudut pandang negatif.
Terima kasih untuk tetap bertahan dan terima kasih karena tetap berjuang pungkas Syahid Hidayat.
(IG Yayu).
Tidak ada komentar