Antara Gedung dan Gubuk Penerima Bansos PKH, BPNT, Sembako.salah satu Gubuk Penerima Bantuan. Gedung dan Gubuk menjadi pantauan dari media ini. Kantor Finsospermades Kabupaten Banyumas menyatakan penyaluran bansos sudah sesuai aturan, Namun pelaksanaan di tingkat bawah masih carut marut dari investigasi Indonesiaglodia.

Antara Gedung dan Gubuk Penerima Bansos PKH, BPNT, Sembako.salah satu Gubuk Penerima Bantuan.
Joko Siswoyo Kepala Bidang Perlindungan Pangan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Banyumas mengatakan pada tahun 2026 jumlah Lanjut Usia atau Lansia yang mendapat bantuan sosial sebanyak 362 orang.
Lanjut usia ini tercover melalui laporan dari desa-desa yang ada di Kabupaten Banyumas. Sebanyak 462 orang lansia ini memang belum pernah dapat bantuan dari bansos manapun.

Antara Gedung dan Gubuk Penerima Bansos PKH, BPNT, Sembako.keadaan di dalam gubuk ruang tamu
Anggarannya dari APBD Kabupaten Banyumas papar Joko Suswoyo.
Masyarakat khususnya lanjut usia yang berusia 60 tahun ke atas dan kurang mampu secara ekonomi bisa mengajukan diri langsung ke balai desa Joko Suswoyo
Mengenai bantuan sosial PKH, BNPT dan sembako yang diterima tiap tiga bulan sekali anggarannya dari Pusat dan kementerian pangan. Per orang mendapat Rp 200 orang papar Joko Siswoyo.

Antara Gedung dan Gubuk Penerim Bantuan Bansos, PKH, BPNT, Sembako.Rasya anak pasutri Yuni Abas yang dapat dana pendidikan
Kalau kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan atau Finsospermades Kabupaten Banyumas sudah mengeluarkan statemen bahwa.
Alokasi pembagian bansos sudah transparan dan mudah dipantau? Tapi mengapa kenyataan di lapangan tidak demikian?
Reporter Indonesiaglodia yang menggali data di lapangan menemukan fakta masih carut marutnya pembagian bansos yang katanya hanya untuk yang tidak mampu.
Di sebuah RT yang berada di perkotaan terlihat jelas kriteria penerima bansos PKH, BNPT dan sembako salah sasaran. Ada orang yang rumahnya gedung dan punya sepeda motor dapat bansos pkh, BNPT dan sembako. Bansos ini berasal dari pusat dan Kementrian Pangan Republik Indonesia.
Ketua RT 02 RW 6 Sokawera Berkoh yang dikonfirmasi ini mengaku tidak tau mengapa demikian. Saya hanya menerima berkas beberapa nama yang akan menerima bansos dari Kaur Kesra Kelurahan Berkoh Saryono papar Ketua RT Sugeng Riyadi.
Kaur Kesra Saryono yang dihubungi Reporter IG menjawab bahwa data penerima bansos berdasarkan survey pendamping PKH di kecamatan.
,” Saya tidak tau pasti ini pendamping PKH benar-benar turun ke bawah atau tidak tutur Saryono.
Menurut Saryono pengajuan bansos yang dari pusat bisa dilihat dari aplikasi. Bansos berupa uang biasanya dibayarkan tiap tiga bulan sekali sebesar Rp 600 ribu rupiah.
Sedangkan sembako berupa beras sebanyak 30 kilogram tiap tiga bulan.
Beda lagi penerimaan bansos di desa Karangnanas Kecamatan Dokaraja kabupaten Banyumas. Penerimaan bansos disini benar-benar menyasar orang yang tidak mampu ekonominya.
Seperti Kusmini seorang penjual ayam sayur yang anaknya mendapat bansos KIP kartu Indonesia Pintar untuk biaya pendidikan sebesar Rp 2,8 juta untuk setengah tahun.
Benar-benar terbantu biaya sekolah SMK anak saya tutur Kusmini.
( IG Yayu).
Tidak ada komentar