Indonesiaglodia.com – Gempa Bumi yang terjadi pada Sabtu 20 – 21/9/2025 Dini Hari menyisakan kerusakan di sejumlah wilayah yang terdampak di desa Purasari kecamatan Leuwiliang kabupaten Bogor, 22/9/2025.
Kerusakan akibat Gempa Bumi yang terjadi bukan hanya sekali tapi gempa susulan terjadi hingga berapa puluh kali, sehingga dampaknya sangat di rasakan sekali khususnya di wilayah Cianten desa Purasari kecamatan Leuwiliang.
Warga masyarakat yang berada di wilayah Cianten banyak yang mengungsi mencari tempat yang lebih aman, di tenda-tenda darurat yang telah di siapkan.

Akibat Gempa Bumi Ratusan Rumah Terdampak Warga Masyarakat Waspada.foto.doc.mengungsi.
Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi gempa bumi ini.
Pemerintah desa Purasari bersama BPD dan BPBD kabupaten Bogor telah siaga di lokasi untuk memantau dan membantu warga masyarakat yang terdampak gempa kemaren.
“Hingga hasil asesmen sementara dari Tim di lapangan tercatat 167 rumah warga serta satu mushola terdampak.

Akibat Gempa Bumi Ratusan Rumah Terdampak Warga Masyarakat Waspada.foto.doc.Kades Purasari kecamatan Leuwiliang.Agus Soleh Lukman.
Kami mengimbau kepada masyarakat tidak panik, tetap waspada, dan bila terjadi guncangan lagi, agar segera keluar rumah menuju lokasi yang aman.
Pemerintah desa dan BPBD telah menyiapkan tenda darurat di titik-titik yang aman.
Ia menambahkan, kejadian gempa ini bukan yang pertama kali, kejadian serupa juga pernah dirasakan pada tahun 2009, 2014, 2023, hingga tahun ini 2025, tegasnya.
Bahkan, pada insiden kemaren warga masyarakat merasakan lebih dari 20 kali guncangan dalam satu malam.
“Banyak warga mengaitkan kejadian ini dengan aktivitas perusahaan di sekitar wilayah kerja mereka, seperti kegiatan pengeboran. Selain guncangan, warga juga melaporkan berkurangnya sumber mata air di sekitar desa,” jelasnya.
Agus menegaskan, pihak desa akan menyampaikan laporan resmi dan bersurat ke perusahaan terkait kejadian kemaren dan untuk meminta klarifikasi.
Padahal, desa kami merupakan wilayah terdekat dengan area kerja mereka, hanya berjarak sekitar dua kilometer,” ujarnya.
Sekali lagi kami menghimbau kepada masyarakat desa Purasari khususnya di Cianten agar tetap waspada, tidak panik, dan mengutamakan keselamatan, tandasnya.
Sementara itu Humas Star Energy Geothermal H. Asrul Maulana mengatakan,
Klarifikasi untuk Masyarakat
Kami memahami adanya kekhawatiran masyarakat terkait rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Bogor–Sukabumi pada 20–21 September 2025, yang dikaitkan dengan aktivitas operasional di Lapangan Salak.
Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, gempa tersebut merupakan kejadian alam berupa aktivitas tektonik dangkal dan tidak terkait dengan aktivitas vulkanik maupun kegiatan manusia.
Operasi panas bumi di Lapangan Salak berjalan normal dan diawasi secara ketat dengan sistem monitoring yang mengikuti standar keselamatan pemerintah.
Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada masyarakat terdampak dan akan terus berkoordinasi dengan Forkopimcam, BPBD, dan tokoh masyarakat untuk memastikan informasi yang akurat serta mengkaji bentuk dukungan yang bisa diberikan sesuai kebutuhan lapangan.
Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan hanya merujuk pada informasi resmi BMKG dan pihak berwenang serta menghindari spekulasi yang tidak akurat, ungkapnya.
***
Tidak ada komentar