Pekanbaru Riau, Indonesiaglodia.com-Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Ustaz Abdul Somad di Jalan Gajah Mada, warga Pekanbaru dan anggota pramuka antusias meramaikan Tablig Akbar Pekanbaru, Jumat (10/5/2024).
Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru bergema Sholawat Nabi, “Shalaatullaah, salaamullaah, ‘alaa thaaha rasuulillaah, shalaatullaah, salaamullaah ‘alaa yaa siin habiibillaah,” di sepanjang Jalan Gajah Mada Pekanbaru yang mengawali tausyiah agama bersama Ustaz Prof H Abdul Somad Lc DESA PhD, Jumat (10/5).
Tablig Akbar Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru ini ditaja Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan mengambil tema “Membangun Kaum Muda Anti-LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Ustaz Abdul Somad di Jalan Gajah Mada, Tausiyah UAS.
Melalui Duta Anti-LGBT Pramuka Kota Pekanbaru”. Hadir Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Pekanbaru dan para undangan.
Ceramah agama yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) juga tentang bahaya LGBT.
Menurutnya LGBT tidak boleh diberikan kesempatan dan ruang di Kota Pekanbaru.
Dengan mengikuti kegiatan Pramuka maka anak-anak bisa berkegiatan lebih positif dan menjauhi LGBT. “Pramuka diajarkan berani.
Kemping masuk ke dalam hutan saja berani. Di tempat gelap berani. Anak-anak berkegiatan positif dan menjadi berani,” sebut UAS.
Beberapa tema ceramah agama penyejuk hati disampaikan dengan lugas oleh UAS di hadapan umat yang hadir. Beberapa narasi ceramah UAS yang menggunakan logat bahasa Jawa, kemudian bahasa Minang dan juga logat bahasa Batak membuat umat yang hadir tertawa.
Masyarakat yang hadir pada tausyiah bersama ustaz kondang tersebut merasa lega mendapatkan siraman rohani.
“Semoga Pekanbaru semakin berkembang dan terus maju, serta bebas dari LGBT seperti yang disampaikan UAS dalam isi ceramah beliau.” Memang bahaya pengaruh LGBT, baik melalui pergaulan juga medsos. Perlu perhatian semua pihak,” Ujar Rati, warga Pekanbaru yang hadir tersebut.
Sementara Pj Wako Muflihun mengajak masyarakat Kota Pekanbaru untuk mengawasi anak-anaknya dan arahkan ke kegiatan positif seperti pramuka agar jauh dari kegiatan negatif, apalagi terpapar LGBT.
“Mengindari penyakit LGBT ini perlu melibatkan semua orang, masyarakat dan semua pihak. Pramuka merupakan salah satu garda penyelamat Indonesia. Sangat penting mengawasi anak anak, Pekanbaru bebas LGBT,” Ujar Uun dengan panggilan akrab (Muflihun).
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Bertuah ini berpesan terhadap masyarakat Pekanbaru agar turut mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru agar Pekanbaru menjadi kota yang terus maju berkembang.
(Agus Sugianto)
Tidak ada komentar